Senator Lampung Monitoring Keberadaan Koperasi Merah Putih Di Pringsewu

 

 

PRINGSEWU—-Salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Provinsi Lampung Almira Nabila Fauzi memonitoring keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang ada di Kabupaten Pringsewu.

 

Dalam monitoring beberapa hari lalu itu, Almira didampingi Danramil 424-06/Pringsewu Mayor Inf Agus Supriyadi

 

yang juga sebagai Perwira Penghubung Kodim 0424/Tanggamus menjelaskan, dirinya melihat secara langsung calon keberadaan Gedung Koperasi Merah Putih yang baru di bangun sekitar 40 % di Pekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa. Serta meninjau Gedung Koperasi Merah Putih yang sudah selesai 100% dibangun, berlokasi di Kelurahan Pringsewu Timur.

 

Senator perempuan anak sulung dari Rektor IBN Lampung Dr. Fauzi ini mengatakan, tujuan monitoring tersebut guna ingin melihat secara langsung pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih yang menjadi Program Pemerintahan Prabowo.”Tujuannya juga menyerap aspirasi tentang permasalahan-permasalahan dalam proses pembangunan gedung tersebut,”ujarnya.

 

Almira Nabila Fauzi menuturkan saat ini di Komite IV DPD RI dan merupakan alat kelengkapan tetap DPD RI membidangi APBN, pajak, perimbangan keuangan pusat-daerah, lembaga keuangan, serta koperasi dan UMKM.

 

“Komite ini berperan dalam pengawasan, pertimbangan RUU, dan penyusunan anggaran, termasuk mengawal kebijakan transfer ke daerah (TKD) dan pemberdayaan ekonomi lokal,”jelasnya.

 

Menurutnya, beberapa hari ini masih dalam rangka reses menyerap aspirasi.” Salah satunya ingin memonitoring dan mendengarkan apakah ada permasalahan-permasalahan dalam proses pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih. Jika ada temuan di lapangan maka akan kita sampaikan dalam rapat dengan DPR RI maupun kementrian terkait,”terang Almira Nabila Fauzi.

 

Sementara itu, Koramil 424-06 Pringsewu Mayor Inf. Agus Supriyadi menjelaskan, di Kabupaten Pringsewu pembangunan gedung Koperasi Merah Putih baru terproses 30 gedung. Sedang dalam pengadaan tanah untuk pembangunan ada yang mandiri, karena tidak ada lahan milik pemerintah yang bisa digunakan.

 

Menurutnya, untuk di Kecamatan Pringsewu sendiri gedungnya sudah ada yang selesai 100%, tinggal melengkapi sarana prasaran seperti AC, dan yang lainnya. Ruangan yang tersedia, ada Klinik Dokter, Gerai Apotik, serta gerai bahan-bahan yang akan dijual.

 

Juga adanya gudang untuk keluar masuknya barang penyimpanan dan bahkan dapat dimanfaatkan oleh desa sebagai aula pertemuan atau sarana olahraga.

 

“Koperasi ini nantinya fokus pada sektor riil seperti distribusi pangan, pupuk subsidi, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, menciptakan lapangan kerja, dan memutus rantai ketergantungan petani dari tengkulak,” imbuh Mayor Agus Supriyadi.(Made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *